Cegah Stunting, Mahasiswa PBL STIKes Payung Negeri Aceh Darussalam Tanam Pohon Kelor di Desa Syura Jadi

Redelong, 11 Februari 2021 Mahasiswa PBL STIKes Payung Negeri Aceh Darussalam yang bertempat di Desa Syura Jadi, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah menanam pohon kelor bersama masyarakat Desa Syura Jadi. Kegiatan ini merupakan salah satu program multidisplin sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kasus stunting pada balita terutama di Kabupaten Bener Meriah sendiri.

Kegiatan penanaman ini diikuti Oleh  Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bener Meriah Drs. Mukhlis,Anggota DPRK Kabupaten Bener Meriah Salwani,Ketua STIKes Payung Negeri Aceh Darussalam Zulfikar,SKM.,MKM,Camat Wih Pesam,Kepala Desa Syura Jadi serta perangkat desa beserta jajarannya, ibu-ibu PKK dan masyarakat desa Syura Jadi. Acara ini diawali dengan penyerahan bibit kelor secara simbolis dari perwakilan mahasiswa kepada Bapak Asisten 1 Kabupaten Bener Meriah dan Kepala Desa Syura Jadi, yang selanjutnya dilakukan penanaman bersama masyarakat.

Bapak Drs. Mukhlis Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bener Meriah melakukan Penanaman Pohon Kelor di Desa Syura Jadi

Penanaman ini dilatarbelakangi kurangnya informasi dan kesadaran masyarakat terkait manfaat tanaman kelor. Banyak masyarakat yang belum mengerti akan manfaat kelor untuk kesehatan terutama untuk mencegah stunting pada balita. Seperti yang telah diketahui, banyak hasil riset menyebutkan bahwa kelor memiliki kandungan gizi yang tinggi dan variatif. Kandungan gizi yang terdapat pada kelor antara lain, 82 kalori energi, 6,7 gram protein, 1,7 gram lemak, 1,3 gram karbohidrat, 440 mg kalsium, fosfor, zat besi, dan vitamin A, B, dan C. Adapun nutrisi yang terkandung dalam daun kelor diantaranya adalah vitamin C 7x lebih banyak daripada jeruk, vitamin A 10x lebih banyak dari wortel, kalsium 17x lebih banyak dari susu, dan lain sebagainya. Diharapkan dengan adanya penanaman bibit kelor ini, masyarakat dapat mengembangkan potensi tanaman kelor baik sebagai sumber olahan pangan yang kaya nutrisi maupun sebagai salah satu bentuk penghasilan untuk masyarakat di Desa Syura Jadi. “Kami berharap bahwa pohon kelor ini nantinya dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Desa Syura Jadi,” ujar Zulfikar selaku Ketua STIKes Payung Negeri Aceh Darussalam.

Selain itu, juga digelar sosialisasi tentang pemanfaatan dan pengolahan kelor ini untuk pencegahan stunting. “Kelor ini dapat diolah menjadi sebuah produk pangan berupa nugget yang berbahan dasar kelor dengan penambahan tempe yang dibalut dengan tepung roti yang crispy, sehingga menambah daya tarik dan cita rasa kepada anak-anak untuk mengonsumsinya,” ujar Zulfikar.

Terlaksananya program ini merupakan hasil diskusi dan bimbingan dari STIKes Payung Negeri Aceh Darussalam dengan Pihak Desa Syura Jadi. Selain itu dukungan dan dorongan dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah yang ikut bekerja sama dengan STIKes Payung Negeri Aceh Darussalam dalam pelaksaan program pengabdian kepada masyarakat ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.